ANALISIS PENGEMBANGAN WILAYAH BERBASIS SEKTOR UNGGULAN DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENINGKATAN EKONOMI DI KOTA PEKANBARU 2017-2019

Authors

  • Surlidiya Nur Hasanah UIN RADEN INTAN LAMPUNG
  • Erlin Kurniati Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

DOI:

https://doi.org/10.59827/jossama.v2i2.56

Keywords:

pengembangan wilayah, Sektor unggulan, Peningkatan ekonomi, Kota pekanbaru

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengembangan wilayah berbasis sektor unggulan dan peranannya dalam meningkatkan ekonomi di Kota Pekanbaru selama periode 2017-2019. Dengan menggunakan metode Location Quotient (LQ) dan Dynamic Location Quotient (DLQ), penelitian ini mengidentifikasi empat belas sektor yang berfungsi sebagai sektor basis dengan keunggulan komparatif yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan potensi ekspor. Hasil analisis menunjukkan bahwa sektor-sektor unggulan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap PDRB. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sektor-sektor unggulan, diversifikasi ekonomi, dan perencanaan berkelanjutan sebagai strategi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pendekatan berbasis data dalam perumusan kebijakan publik diharapkan dapat menciptakan stabilitas pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Kota Pekanbaru.

References

Alkadri. (2001). Tiga pilar pengembanngan wilayah. Jakarta: Pusat pengkajian kebijakan teknologi pengembangan wilayah.

Arsyad, lincolin. (1999). Pengantar Perencanaan dan Ekonomi Pembangunan. Fakultas Ekonomi (BPFE).

Basuki, M., & Mujiraharjo, F. N. (2017). Analisis Sektor Unggulan Kabupaten Sleman dengan Metode Shift Share dan Location Quotient. Jurnal Sains, Teknologi Dan Industri, 15(1), 52–60.

Budiharsono. (2002). Teknik Analisis Pembangunan Wilayah Pesisir dan Lautan. Pradnya Paramita.

Christina, M., & Pratiwi, Y. (2017). Analisis Sektor Unggulan dan Transformasi Struktural di Provinsi Kalimantan Tengah 2010 – 2016. Jurnal Inovasi Pembangunan Volume 5 No. 3, 184–205

Isserman, A. M. (1977). The Location Quotient Approach to Estimating Regional Economic Impacts. Journal of the American Planning Association, 43(1), 33–41. https://doi.org/10.1080/01944367708977758

Nugroho, A. D. (2010). Komoditas Unggulan Tanaman Pangan di Pulau Jawa. Agro Ekonomi, 17(1), 67–72.

Rarhardjo Adisasmita. 2005. Dasar-dasar Ekonomi Wilayah. Penerbit Garda Ilmu

Saeful Hakim Sunsusn; Panuju Dyah R. 2009. Perencanaan dan Pengembangan Wilayah. Jakarta: Crespent Press dan YAyasan Obor

Satyajaya, W., Suroso, E., Alrasyid, H., & Utomo, T. P. (2016). Kajian Penentuan Komoditas Unggulan dalam Pengembangan Teknologi Agroindustri Rakyat diKabupaten Tulang Bawang. Jurnal Inovasi Pembangunan Volume 04 No. 1, 22-36

Schaffer, W. a. (2010). Regional models of income determination: simple economic-base theory. In Economic Base Theory (p. 42).

Sjaf rizal. (2012). Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan Regional Wilayah Indonesia Bagian Baral. Jurnal Buletin Prisma, jakarta.

Soepono, P. (2001). Teori Pertumbuhan Berbasis Ekonomi: Posisi dan Sumbangannya Bagi Perbendaharaan Alat-Alat Analisis Regional. Ekonomi Dan Bisnis Indonesia, 16(1), 41–53.

soepono, Prasetyo. (1993). Analisis Shift share: Perkembangan dan Penerapan. Jumal Ekonomi Dan Bisnis, 8 nomor 1

Syawal, T., & Lambali, s. (2022). Analisis sektar basis perekonomian daerah: Studi Kasus Bulukumba.

Downloads

Published

2025-04-29